Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

LAPORAN PRAKTIKUM PENGARUH KETERSEDIAAN CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KECAMBAH KACANG HIJAU

PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan percobaan sekaligus laporan penelitian ilmiah ini dengan sempurna dengan judul  laporan percobaan/praktek Biologi  tentang pertumbuhan dan perkembangan dengan tema pengaruh ketersediaan cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau.
Adapun tujuanpenulisan laporan percobaan ini bertujuan untuk menemukan kondisi-kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan biji kacang hijau dan mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi biji kacang hijau untuk berkecambah.
Dalam penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah penulis alami. Oleh karena itu, terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena kemampuan penulis semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak terkait.
Sehubungan dengan hal itu , perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kelompok, karena dalam proses pengamatan serta dalam penyusunan laporan ini semua bekerja dan saling membantu dan saling bahu-membahu, terima kasih juga kami haturkan kepada Ibu Siti Marianah, S.Pd selaku Guru Pembimbing mata pelajaran BIOLOGI yang juga banyak membantu dan mengarahkan kami hingga rampungnya percobaan serta laporan percobaan ini. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu menyelesaikan laporan percobaan ini.
    Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak guna membangun dan melengkapi laporan ini agar laporan percobaan ini menjadi lebih baik dan bermanfaat.
    Akhir kata penulis ucapkan semoga Tuhan YME membalas budi baik anda semua.


                                Tanjung, 17 Juli 2011
                                Penulis,

      C.    DAFTAR ISI

       A.    HALAMAN JUDUL
       B.    PRAKATA
       C.    DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
RUMUSAN MASALAH
HIPOTESIS
TUJUAN PENELITIAN
DASAR TEORI
METODE PENELITIAN
ALAT DAN BAHAN
CARA KERJA PENELITIAN
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PENELITIAN
CARA PENGAMBILAN DATA
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
PEMBAHASAN
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
TABEL HASIL PENELITIAN
GAMBAR-GAMBAR PENELITIAN    1
2
3
4
4
4
4
4
4
7
7
7
7
7
8
8
8
9
9
10
10
11   

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG PENELITIAN
Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibledan bersifat kuantitatif, sedangkan Perkembangan merupakan suatu peristiwa perubahan biologis  menuju kedewasaan secara reversible yang bersifat kualitatif, dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk tubuh dan tingkat kedewasaan.
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan di sekitar biji, baik tanah, udara maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan di  sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara ( dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak.  

RUMUSAN MASALAH
Periode pertumbuhan pada tumbuhan terjadi sepanjang hidupnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor dari lingkungan dan faktor dari dalam tubuh organisme.
Dalam laporan percobaan kali ini kita akan membahas bagaimana pengaruh ketersediaan cahaya terhadap kecambah kacang hijau?
HIPOTESIS
     Biji kacang hijau dapat tumbuh dengan baik apabila disimpan di tempat yang sedikit  cahaya atau gelap dan pada ruangan dengan suhu hangat.
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan cahaya terhadap kecambah kacang hijau.

DASAR TEORI
Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibledan bersifat kuantitatif, sedangkan Perkembangan merupakan suatu peristiwa perubahan biologis  menuju kedewasaan secara reversible yang bersifat kualitatif, dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk tubuh dan tingkat kedewasaan.
    Proses pertumbuhan dan perkembangan pada kecambah diawali dengan fertilisasi. Calon tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah teluryang dibuahi menjadi zigot, embrio dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis.
    Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio,  cadangan makanan, dan calon daun (calon akar). Satu butir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula(yang akan tumbuh menjadi akar) dan planula (yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan Makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, yang disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Didekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon.
     Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air, biji tidak dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.

Perkembangan Embrio
     Embrio berkembang didalam biji. Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangakian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor.
Embrio didalam bakal biji )ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon. Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan perkecambahan (germinasi).
Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu meristem apical ujung (terminal) dan meristem apical aka. Sel-sel tersebut berada dalam kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.
Perkembangan embrio terhenti stelah mencapai taqhapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan./ Di dalam biji yang matang, endosperma makanan telah terdiferensiasi menjadi lapisan terluar sel (aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel-sel aleuron menyintesis enzim a-milase. Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati didalam endosperma menjadi gula yang dapat digunakan oleh embrio.

Perkecambahan
     Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula.

Tahapan perkecambahan
     Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis).
Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk kedalam kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa.
     Awal perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma.     Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis.

Tipe Perkecambahan
     Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.

Macam-Macam Pertumbuhan Pada Tumbuhan
1. Pertumbuhan primer
adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer . Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
 Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
 Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
 Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.

2. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan
1. Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor
eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
•1.Air dan mineral
•2.Kelembaban.
•3.Suhu
•4.Cahaya

2. Faktor internal : faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan
     Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat
(inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletaan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya
etiolasi.

METODE PENELITIAN

ALAT DAN BAHAN
Gelas Aqua sebanyak 2 buah
Biji kacang hijau
Air
Tanah
Label
Penggaris
Cutter
Sendok

CARA KERJA PENELITIAN
Melubangi bagian bawah gelas Aqua dengan Cutter sebanyak 4 lubang.
Membagi 2 buah gelas menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari sebuah gelas.
Pada kelompok satu, isi  gelas dengan tanah, lalu beri label
Masukkan 4-8 biji kacang hijau pada gelas kelompok satu, lalu siram dengan air. Kemudian, taruh pada tempat yang terbuka/terang.
Pada kelompok dua, isi  gelas dengan tanah, lalu beri label
Masukkan 4-8 biji kacang hijau pada gelas kelompok dua, lalu siram dengan air. Kemudian, taruh pada tempat yang tertutup/teduh/gelap.
Amati perubahannya setiap pagi. Dan lakukan penyiraman setiap hari.
Catat hasil pengamatan pada tabel yang tersedia.
Biarkanlah gelas-gelas tersebut dalam beberapa hari kemudian pelajarilah untuk melihat biji-biji tersebut berkecambah atau tidak.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PENELITIAN
Waktu Penelitian
Penelitian ini mulai dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 05 Agustus 2011 sampai dengan hari Kamis, tanggal  11 Agustus 2011. Lamanya penelitian berlangsung selama tujuh hari.
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Rino Sugiantoro dan sebagian dilaksanakan dirumah Anggota kelompok yang lain.

CARA PENGAMBILAN DATA
Cara pengambilan data adalah dengan mengamati setiap Pagi, dan mengamati Pertumbuhan dan perkembangan kecambah pada saat berkecambah.









HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN
TABEL HASIL PENELITIAN

KLP    HAL    HARI      
          1    2    3    4    5    6    7      
I    TINGGI BATANG    -    1 cm    5 cm    7 cm    7.6cm    8.5cm    10.1cm      
     PANJANG DAUN    -    -    2 cm    2.5cm    2.7cm    3 cm    3.2cm      
     JUMLAH DAUN    -    -    2    2    2    2    2      
     PANJANG AKAR POKOK    -                              
II    TINGGI BATANG    -    1.5cm    6.2cm    7.7cm    8.3cm    9.7cm    11.5cm      
     PANJANG DAUN    -    -    2.1cm    3 cm    3.1cm    3.6cm    3.8cm      
     JUMLAH DAUN    -    -    2    2    2    2    2      
     PANJANG AKAR POKOK    -                              
      
KLP    BIJI KCG HIJAU    BIJI BERKECAMBAH PADA HARI KE-      
          1    2    3    4    5    6    7      
I    BIJI I    -    V    -    -    -    -    -      
     BIJI  II    -    V    -    -    -    -    -      
     BIJI  III    -    -    V    -    -    -    -      
     BIJI IV    -    V    -    -    -    -    -      
II    BIJI  I    -    V    -    -    -    -    -      
     BIJI  II    -    V    -    -    -    -    -      
     BIJI  III    -    V    -    -    -    -    -      
     BIJI IV    -    V    -    -    -    -    -   
 *) Kelompok I = Tempat terang; Kelompok II = tempat teduh

PEMBAHASAN
     Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena jika auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut dengan fototropisme. Untuk membedakan tanaman yang memiliki hormone yang banyak atau sedikit qita harus mengetahui bentuk anatomi dan fisiologi pada tanaman sehingga kita lebih mudah untuk mengetahuinya. sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang dan gelap diantaranya :
     Untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan.hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan ditempat gelap,tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan, hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari.
Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya, kelembapan, suhu, air, dan hormon.      Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auxin , jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auxin sangat peka terhadap cahaya, jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama, hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auxin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas .
     Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji dapat dikelompokkan dalam: (a) faktor lingkungan eksternal, seperti cahaya, temperatur, dan air; (b) faktor internal, seperti kulit biji, kematangan embrio, adanya inhibitor, dan rendahnya zat perangsang tumbuh; (c) faktor waktu, yaitu waktu setelah pematangan, hilangnya inhibitor, dan sintesis zat perangsang tumbuh. Dormansi pada biji dapat dipatahkan dengan perlakuan mekanis, cahaya, temperatur, dan bahan kimia.
     Proses perkecambahan dalam biji dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu proses perkecambahan fisiologis dan proses perkecambahan morfologis. Sedangkan dormansi yang terjadi pada tunas-tunas lateral merupakan pengaruh korelatif dimana ujung batang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bagian tumbuhan lainnya yang dikenal dengan dominansi apikal. Derajat dominansi apikal ditentukan oleh umur fisiologis tumbuhan tersebut.

SIMPULAN

Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
     Cahaya merupakan factor pengendali pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terutama berperan dalam proses berlangsungnya fotosintesis. Bagian tumbuhan yang terkena cahaya akan membengkok dikarenakan kandungan Auksin pada daerah yang terkena sinar matahari akan berkurang sedangkan pada yang daerah yang tidak terkena sinar matahari kandungan Auksinnya tinggi sehingga Tumbuhan akan membengkok.
     Dalam percobaan diatas Tumbuhan yang tumbuh ditempat gelap akan lebih panjang/tinggi dari tumbuhan yang tumbuh di daerah terang, karena kandungan Auksin pada tumbuhan yang berada pada daerah gelap merata sehingga sesuai dengan fungsi Auksin tumbuhan akan bertambah panjang dan pertumbuhannya baik dari pada tumbuhan yang berada di tempat terang, karena kandungan auksinnya tidak merata yang mengakibatkan tumbuhan cenderung membengkok dan lebih pendek.

DAFTAR PUSTAKA

Gut, Windarsih.2011.PR BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XII.Klaten : Intan Pariwara
www.silvia261.blogspot.com diakses tanggal 03/08/2011 14:19
id.answers.yahoo.com diakses tanggal 03/08/2011 14:23
www.wikipedia.org.id diakses tanggal 03/08/2011 14:07



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

LIKE THIS!

BUKU TAMU

Selamat Datang Jgn Lupa Comment
Widget by: Facebook Develop by: kumpulancara